Jasa PSHA & SSRA untuk Jembatan dan Bangunan
Perencanaan fondasi dan struktur memerlukan masukan gempa yang sesuai dengan lokasi proyek. Sumber gempa di sekitar lokasi serta sifat lapisan tanah memengaruhi guncangan yang perlu dipertimbangkan tim perencana.
Geosinergi melayani kajian bahaya gempa probabilistik dan analisis respons situs untuk menyusun rekomendasi spektrum respons permukaan. Kirim kriteria desain dan data geoteknik untuk menentukan lingkup kajian Anda.
Siapkan kriteria gempa sebelum melanjutkan desain
Ketika proyek meminta kajian gempa spesifik lokasi, tim perencana perlu mengetahui tingkat bahaya di batuan dasar dan bagaimana kondisi tanah mengubah gerakan tersebut di permukaan. Hasilnya menjadi masukan untuk menetapkan beban gempa pada perencanaan fondasi dan struktur atas.
Untuk proyek jembatan
Bahas kriteria desain, kondisi tanah pada lokasi yang ditinjau, serta kebutuhan spektrum dan input motion bersama konsultan jembatan. Potensi sumber gempa dekat dan perbedaan kondisi tanah perlu dipertimbangkan dalam lingkup kajian.
Untuk proyek bangunan
Siapkan data investigasi dan kebutuhan analisis respons situs sejak tahap perencanaan. Model tanah dan parameter dinamik perlu ditinjau agar rekomendasi spektrum sesuai dengan kondisi lokasi serta kriteria yang digunakan tim struktur.
PSHA dan SSRA menjawab kebutuhan yang saling berhubungan
01 / Bahaya gempa di batuan dasar
PSHA — Probabilistic Seismic Hazard Analysis
PSHA memperhitungkan sumber gempa yang dapat memengaruhi lokasi, karakteristik kejadian gempa, dan hubungan prediksi gerakan tanah atau GMPE. Hasilnya menunjukkan bahaya gempa pada tingkat probabilitas terlampaui yang ditetapkan untuk kajian.
Deagregasi membantu mengidentifikasi kontribusi magnitudo dan jarak sumber yang dominan. Informasi ini mendukung pemilihan input motion yang akan digunakan pada analisis berikutnya.
02 / Respons tanah menuju permukaan
SSRA — Site-Specific Response Analysis
SSRA menganalisis perambatan gelombang dari batuan dasar melalui model lapisan tanah. Profil kecepatan gelombang geser (Vs) dan parameter tanah digunakan untuk mengevaluasi pengaruh kondisi setempat terhadap gerakan gempa.
Hasil analisis mencakup respons di permukaan dan evaluasi amplifikasi sebagai dasar rekomendasi spektrum respons. Penetapan kriteria desain tetap mengikuti ketentuan yang berlaku pada proyek.
Tahapan dari sumber gempa hingga rekomendasi spektrum
- Tetapkan kebutuhan kajian. Tinjau lokasi, jenis struktur, tingkat bahaya, rentang periode spektrum, data tanah, dan hasil yang dibutuhkan konsultan perencana.
- Susun model sumber gempa. Identifikasi sumber yang berpengaruh, tinjau parameter seperti magnitudo, slip rate dan mekanisme sumber, lalu tentukan GMPE serta pendekatan ketidakpastian yang sesuai.
- Lakukan PSHA dan deagregasi. Susun hazard curve dan uniform hazard spectra (UHS) di batuan dasar. Evaluasi deterministik atau DSHA dilakukan apabila termasuk dalam kebutuhan kajian.
- Siapkan input motion. Pilih rekaman gerakan tanah dengan mempertimbangkan hasil deagregasi, lalu lakukan penskalaan dan spectral matching terhadap target spektrum. Jumlah rekaman dan kriteria kecocokan mengikuti kebutuhan analisis.
- Bangun model tanah dan lakukan SSRA. Integrasikan profil lapisan, Vs, serta parameter dinamik tanah untuk menganalisis perambatan gelombang dari batuan dasar ke permukaan.
- Susun hasil dan rekomendasi. Evaluasi percepatan serta spektrum respons permukaan, jelaskan asumsi dan batas penggunaan, lalu sampaikan rekomendasi sebagai masukan bagi tim desain.
Data tanah dan kriteria desain menentukan lingkup analisis
Kirim data yang sudah tersedia untuk ditinjau terlebih dahulu. Kecukupan data diperiksa terhadap model tanah dan kebutuhan analisis, termasuk kedalaman investigasi serta informasi lapisan menuju batuan dasar.
- Informasi proyek: lokasi atau koordinat, jenis struktur, area yang ditinjau, dan target jadwal.
- Kriteria desain: spesifikasi proyek, acuan standar, tingkat bahaya, serta kebutuhan spektrum dan input motion dari tim perencana.
- Data geoteknik: laporan investigasi, log bor, SPT/CPT, hasil laboratorium, dan parameter tanah yang tersedia.
- Data kecepatan gelombang: profil Vs beserta kedalaman, metode pengukuran, dan catatan kualitas data.
Koordinasikan kebutuhan downhole sejak awal
Seismic downhole dapat menyediakan profil Vs sebagai masukan model SSRA. Jika diperlukan pengukuran baru, jumlah titik, kedalaman, kesiapan lubang, dan target data disusun berdasarkan kebutuhan kajian.
Pengeboran, casing, grouting, supervisi, dan pengujian downhole perlu dicantumkan secara eksplisit dalam penawaran. Pembagian pekerjaan dengan penyedia data atau tim lapangan disepakati sebelum pelaksanaan.
Sesuaikan acuan dengan jenis struktur
Kriteria proyek jembatan mempertimbangkan SNI 2833:2016, sedangkan gedung dan nongedung mempertimbangkan SNI 1726:2019 sesuai ruang lingkupnya. Tingkat bahaya, prosedur analisis, dan kriteria penerimaan spektrum ditetapkan bersama tim perencana sesuai ketentuan yang berlaku pada proyek.
Hasil kajian untuk ditinjau dan digunakan tim perencana
Isi laporan dan kebutuhan penyerahan data disepakati pada awal pekerjaan agar keluaran analisis sesuai dengan tahapan desain. Lingkup hasil dapat mencakup:
- Hazard curve dan uniform hazard spectra
- Kurva bahaya dan spektrum di batuan dasar pada tingkat bahaya yang dianalisis, sebagai dasar penyusunan target spektrum.
- Deagregasi dan input motion
- Kontribusi magnitudo dan jarak sumber dominan, serta rangkaian gerakan tanah terpilih dengan hasil penskalaan dan pencocokan spektrumnya.
- Model tanah dan hasil respons situs
- Profil tanah dan parameter analisis, hasil perambatan gelombang, serta evaluasi pengaruh lapisan tanah terhadap gerakan di permukaan.
- Rekomendasi spektrum respons permukaan
- Rekomendasi spektrum sebagai masukan perencanaan fondasi dan struktur, dilengkapi dasar analisis, asumsi, serta batas penggunaan hasil.
Kirim data awal untuk menyusun penawaran PSHA & SSRA
Biaya mengikuti cakupan model sumber gempa, kriteria desain, jumlah model tanah, kebutuhan input motion, dan kelengkapan data geoteknik. Investigasi tambahan serta pekerjaan lapangan dihitung berdasarkan lingkup yang disepakati.
Jadwal analisis dan pelaporan disusun setelah kebutuhan kajian ditinjau. Ketersediaan data, kesiapan pengujian lapangan, dan koordinasi dengan konsultan perencana memengaruhi waktu pelaksanaan.
Sertakan informasi berikut saat menghubungi tim:
- Lokasi atau koordinat proyek dan jenis struktur.
- Kriteria desain serta lingkup PSHA, SSRA, atau input motion yang diminta.
- Daftar data geoteknik dan profil Vs yang tersedia.
- Kebutuhan hasil, format penyerahan, dan target jadwal.
Pertanyaan sebelum memesan kajian PSHA & SSRA
Apa perbedaan PSHA dan SSRA?
PSHA atau Probabilistic Seismic Hazard Analysis mengevaluasi bahaya gempa di batuan dasar dengan memperhitungkan sumber gempa dan probabilitas terlampauinya tingkat guncangan. SSRA atau Site-Specific Response Analysis mengevaluasi perambatan gelombang melalui lapisan tanah menuju permukaan. Hasil PSHA menjadi dasar target spektrum dan input motion, sedangkan SSRA memperhitungkan pengaruh kondisi tanah setempat.
Apakah kajian SSRA selalu harus disertai pengujian downhole baru?
Kebutuhan pengujian ditentukan setelah peninjauan data geoteknik dan profil kecepatan gelombang geser (Vs) yang tersedia. Data downhole dapat digunakan sebagai masukan model tanah. Jika data belum memadai, lingkup pengujian tambahan dibahas terlebih dahulu. Pengeboran, casing, grouting, serta pengujian downhole dicantumkan secara terpisah dan eksplisit dalam penawaran sesuai kebutuhan proyek.
Data apa yang perlu disiapkan sebelum meminta penawaran?
Kirim koordinat atau lokasi proyek, jenis struktur, kriteria atau spesifikasi desain, dan target jadwal. Lampirkan laporan geoteknik, log bor, hasil SPT atau CPT, data laboratorium, dan profil Vs jika tersedia. Sebutkan kebutuhan PSHA, SSRA, input motion, serta format hasil yang diminta tim perencana. Tim akan meninjau kecukupan data dan mengidentifikasi kebutuhan tambahan sebelum menetapkan lingkup.
Apa hasil pekerjaan yang diterima tim perencana?
Sesuai lingkup yang disepakati, hasil dapat mencakup hazard curve, uniform hazard spectra di batuan dasar, hasil deagregasi, input motion, respons tanah, dan rekomendasi spektrum respons permukaan. Laporan menjelaskan data, model, asumsi, dan kriteria analisis agar hasil dapat ditinjau serta digunakan sebagai masukan perencanaan fondasi dan struktur.
Berapa lama pekerjaan PSHA dan SSRA?
Jadwal ditentukan setelah data dan kebutuhan kajian ditinjau. Ketersediaan profil tanah dan Vs, kebutuhan investigasi lapangan, jumlah model tanah, pemilihan input motion, serta koordinasi kriteria desain memengaruhi durasi. Target jadwal analisis dan pelaporan dicantumkan dalam penawaran setelah lingkup disepakati.
Bagaimana biaya jasa PSHA dan SSRA ditentukan?
Biaya mengikuti lokasi kajian, kriteria desain, cakupan pemodelan sumber gempa, jumlah model tanah, kebutuhan input motion, dan kelengkapan data geoteknik. Investigasi lapangan, pengeboran, casing, grouting, dan downhole dihitung sesuai lingkup yang diperlukan. Kirim data awal untuk memperoleh penawaran dengan rincian analisis, pekerjaan pendukung, hasil, serta jadwal.